BAB I
Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem informasi melibatkan berbagai elemen yang saling berinteraksi untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi. Beberapa konsep dasar meliputi:
1. Data
Data adalah fakta-fakta mentah atau informasi dasar yang dikumpulkan. Ini bisa berupa teks, gambar, suara, atau bentuk lainnya.
2. Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki makna dan relevansi. Informasi membantu dalam pengambilan keputusan dan pemahaman.
3. Proses
Proses adalah serangkaian tindakan atau operasi yang dilakukan pada data untuk mengubahnya menjadi informasi. Ini melibatkan input, pemrosesan, dan output.
4. Teknologi Informasi
Ini mencakup perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan infrastruktur yang digunakan untuk mengelola data dan informasi.
5. Pengguna
Pengguna adalah individu atau entitas yang menggunakan sistem informasi untuk tujuan tertentu.
6. Manajemen Informasi
Ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengendalian informasi dalam sebuah organisasi.
7. Siklus Informasi
Informasi mengikuti siklus, dimulai dari pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, distribusi, dan akhirnya, penghapusan.
8. Keamanan Informasi
Perlindungan data dan informasi dari akses yang tidak sah atau kerusakan adalah aspek penting dalam sistem informasi.
9. Kualitas Informasi
Informasi harus akurat, relevan, tepat waktu, dan lengkap untuk memiliki nilai yang baik.
10. Sumber Daya Manusia
Sistem informasi melibatkan orang-orang yang mengelolanya, yang harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai.
Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
Karakteristik Sistem
Definisi Sistem
Komponen Sistem
1. Input : Komponen ini mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti pengguna manusia, perangkat keras, dan perangkat lunak.
2. Proses : Proses ini melibatkan pengolahan data input untuk menghasilkan informasi yang berguna. Ini mungkin melibatkan perangkat lunak, perangkat keras, dan algoritma pengolahan data.
3. Output : Hasil dari proses data dikonversi menjadi informasi yang dapat dimengerti oleh pengguna. Output dapat berupa laporan, grafik, atau tampilan layar.
4. Database : Tempat penyimpanan data yang digunakan oleh sistem informasi. Ini adalah bagian penting karena data harus dapat diakses dan dielola.
5. Perangkat Keras : Termasuk komputer, server, perangkat penyimpanan, dan perangkat jaringan yang mendukung sistem informasi.
6. Perangkat Lunak : Aplikasi dan program komputer yang digunakan untuk mengelola, memproses, dan menganalisis data.
7. Manusia : Pengguna sistem informasi yang berinteraksi dengan sistem, baik sebagai pengguna akhir atau sebagai administrator.
8. Prosedur : Pedoman dan aturan yang mengatur penggunaan sistem informasi, termasuk bagaimana data diinput, diproses, dan disimpan.
9. Jaringan : Infrastruktur jaringan yang menghubungkan berbagai komponen sistem informasi agar dapat berkomunikasi dan berbagi data.
Batas Sistem
Batas sistem dalam sistem informasi adalah pembatasan yang mengidentifikasi apa yang termasuk dalam sistem informasi dan apa yang berada di luar sistem tersebut. Batas sistem ini penting untuk memahami ruang lingkup dan fungsi sistem informasi.
Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar sistem dalam sistem informasi mencakup semua faktor eksternal yang dapat memengaruhi atau berinteraksi dengan sistem informasi. Lingkungan luar ini memiliki peran penting dalam merancang, mengoperasikan, dan mengelola sistem informasi. Beberapa aspek lingkungan luar sistem informasi meliputi:
1. Pengguna Eksternal : Individu atau organisasi di luar sistem yang dapat mengakses informasi dari sistem atau berinteraksi dengannya. Contohnya adalah pelanggan, mitra bisnis, atau pengguna publik.
2. Sumber Data Eksternal : Sumber data yang tidak dikelola oleh sistem informasi, tetapi digunakan sebagai masukan. Ini bisa berupa data dari internet, data pihak ketiga, atau data dari sistem lain.
3. Perubahan Lingkungan : Perubahan dalam lingkungan eksternal, seperti peraturan baru, teknologi baru, atau perubahan dalam permintaan pasar, dapat mempengaruhi bagaimana sistem informasi harus beradaptasi.
4. Ancaman Keamanan : Ancaman keamanan dari pihak luar, seperti serangan siber, virus komputer, atau upaya peretasan, dapat memengaruhi keberlanjutan operasi sistem informasi.
5. Tren Teknologi : Kemajuan dalam teknologi yang digunakan oleh organisasi lain atau tren teknologi industri dapat mempengaruhi keputusan terkait perangkat keras, perangkat lunak, dan arsitektur sistem informasi.
6. Kebijakan dan Peraturan Pemerintah : Regulasi pemerintah, seperti kebijakan privasi data atau peraturan keamanan informasi, dapat memengaruhi cara sistem informasi mengelola data dan beroperasi.
7. Kompetisi dan Pasar : Informasi tentang persaingan bisnis, tren pasar, atau perubahan dalam kebutuhan pelanggan dapat mempengaruhi strategi bisnis yang didukung oleh sistem informasi.
Penghubung Sistem
Dalam sistem informasi, penghubung sistem adalah komponen atau perangkat lunak yang memungkinkan berbagai sistem atau komponen yang berbeda untuk berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain. Penghubung sistem ini penting untuk mengintegrasikan berbagai sistem yang ada dalam suatu organisasi sehingga data dan informasi dapat mengalir dengan lancar antar sistem tersebut.
1. Middleware : Middleware adalah perangkat lunak yang bertindak sebagai perantara antara sistem yang berbeda. Ini dapat digunakan untuk mengintegrasikan sistem perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda.
2. API (Application Programming Interface) : API adalah seperangkat aturan dan protokol yang memungkinkan berbagai aplikasi perangkat lunak berkomunikasi satu sama lain. Dengan menggunakan API, sistem yang berbeda dapat mengakses dan berbagi data.
3. Pengelolaan Antrean (Message Queues) : Sistem antrian pesan memungkinkan sistem untuk mengirim pesan atau permintaan satu sama lain dalam antrean. Ini memastikan pengiriman pesan yang andal antara sistem yang berbeda.
4. ETL (Extract, Transform, Load) : ETL adalah proses yang digunakan untuk mengambil data dari satu sistem, mengubahnya menjadi format yang sesuai, dan memuatnya ke sistem lain. ETL sangat umum digunakan dalam analisis data dan penyimpanan data.
5. Protokol Komunikasi Standar : Menggunakan protokol komunikasi standar seperti HTTP, FTP, atau TCP/IP memungkinkan berbagai sistem untuk berkomunikasi dan berbagi data.
6. Database Linking : Penghubung sistem dapat memungkinkan berbagai basis data untuk terhubung dan mengambil data satu sama lain.
Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan atas beberapa jenis, yaitu :
1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
Sistem Abstrak (abstract system), adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep-konsep. Contohnya adalah sistem teologi atau keagamaan yaitu suatu sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara alam dan Allah sebagai pencipta alam semesta.
Sistem Fisik (physical system), adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, contohnya, sistem Komputer, sistem transportasi, sistem perguruan tinggi, sistem akuntansi dan lain-lain.
2. Sistem Deterministik dan Probabilistik
Sistem Deterministik (deterministic system),adalah sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat. Contohnya adalah sistem komputer. Sistem ini kita dapat memberikan input sesuai dengan tujuan output tertentu.
Sistem Probabilistik (probabilistic system), adalah sistem yang tidak dapat diprediksi atau diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas atau kemungkinan-kemungkinan. Contohnya adalah, sistem evapotranspirasi, sistem serapan hara, sistem fotosintesis dan lain-lain.
3.Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
Sistem Tertutup (closed system), adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungannya, dengan kata lain sistem yang tidak bertukar materi, informasi atau energi dengan lingkungan. Contohnya, reaksi kimia dalam tabung reaksi yang terisolasi.
Sistem Terbuka (open system), adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Ciri-cirinya adalah, sistem menerima masukan yang diketahui, yang bersifat acak, maupun gangguan. Contohnya, sistem yang berlaku pada perusahaan dagang, sistem tanah dan lain-lain.
4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
Sistem Alamiah (natural system), adalah sistem yang terjadi secara alamiah tanpa campur tangan manusia, contohnya sistem tata Surya.
Sistem Buatan Manusia (human made system), adalah sistem yang dibuat oleh manusia, contohnya sistem komputer, sistem mobil, sistem telekomunikasi.
5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
Sistem Sederhana adalah sistem yang tidak rumit atau sistem dengan tingkat kerumitan rendah, contohnya sistem sepeda, sistem mesin ketik, sistem infiltrasi tanah.
Sistem Kompleks adalah sistem yang rumit, contohnya sistem otak manusia, sistem komputer, sistem keseimbangan hara esensial dalam tanah dan lain-lain. Sistem informasi dapat tergolong sebagai sistem kompleks atau sederhana tergantung pada implementasinya.
Konsep Dasar Informasi
Data
Data adalah fakta-fakta mentah, angka, teks, atau gambar yang merepresentasikan sesuatu. Data belum memiliki konteks atau makna yang jelas. Contohnya, daftar angka-angka, huruf, atau gambar yang belum diinterpretasikan.
Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah, diinterpretasikan, atau dikaitkan dengan konteks sehingga memiliki makna yang bermanfaat. Informasi memberikan pemahaman atau pengetahuan tentang suatu situasi atau fenomena. Informasi muncul saat data dianalisis, diorganisasi, atau digunakan untuk pengambilan keputusan
Siklus Informasi
Siklus informasi dalam sistem informasi menggambarkan langkah-langkah atau tahapan utama yang terlibat dalam mengelola informasi dalam suatu organisasi. Siklus ini berfokus pada bagaimana data dikumpulkan, diolah, disimpan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan.
1. Pengumpulan Data (Data Collection) : Tahap pertama dalam siklus informasi melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber. Data ini bisa berasal dari pengguna, perangkat keras, perangkat lunak, atau sumber eksternal seperti internet.
2. Pemrosesan Data (Data Processing) : Setelah data dikumpulkan, tahap ini melibatkan pengolahan data menjadi informasi yang lebih bermakna. Proses ini mungkin melibatkan perangkat lunak, algoritma, dan aturan bisnis yang diterapkan pada data.
3. Penyimpanan Informasi (Information Storage) : Informasi yang telah dihasilkan akan disimpan dalam basis data atau sistem penyimpanan yang sesuai. Penyimpanan informasi ini harus aman, terorganisir, dan mudah diakses.
4. Distribusi Informasi (Information Distribution) : Setelah data diolah dan diubah menjadi informasi, tahap ini melibatkan penyebaran informasi kepada pihak yang berkepentingan, seperti manajemen, pengguna akhir, atau sistem lain dalam organisasi.
5. Penggunaan Informasi (Information Use) : Informasi tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan dan tindakan. Penggunaan informasi ini dapat mempengaruhi operasi organisasi, perencanaan strategis, dan pemecahan masalah.
6. Pemantauan dan Evaluasi (Monitoring and Evaluation) : Siklus informasi sering melibatkan langkah terakhir di mana efektivitas pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, distribusi, dan penggunaan informasi dievaluasi. Pemantauan ini dapat mengarah pada perbaikan dan perubahan dalam siklus informasi.
Contoh Penggunaan Data dan Informasi yang dihasilkan pada Perancangan Sistem Informasi
1. Perencanaan Sistem : Perancang sistem informasi menggunakan data tentang kebutuhan organisasi, tujuan bisnis, dan proses operasional untuk merancang sistem yang sesuai. Informasi tentang arsitektur teknis, perangkat keras, dan perangkat lunak yang diperlukan juga digunakan dalam perencanaan.
2. Analisis Kebutuhan : Data yang dianalisis dari berbagai departemen atau bagian organisasi membantu perancang sistem memahami kebutuhan informasi yang ada. Ini dapat mencakup kebutuhan pemrosesan data, penyimpanan, dan antarmuka pengguna.
3. Pengembangan Basis Data : Perancang sistem informasi menggunakan data tentang jenis informasi yang akan disimpan dan diakses dalam sistem untuk merancang basis data yang sesuai. Ini termasuk pemilihan struktur data, relasi, dan pengindeksan.
4. Pemilihan Teknologi : Berdasarkan informasi tentang tujuan dan kebutuhan organisasi, perancang sistem memilih teknologi yang tepat, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak. Data tentang performa teknologi dan biaya juga dipertimbangkan.
5. Desain Antarmuka Pengguna : Data pengguna yang dianalisis membantu perancang sistem membuat antarmuka pengguna yang sesuai dengan kemampuan dan preferensi pengguna akhir. Ini melibatkan pemilihan elemen desain, navigasi, dan layout.
6. Keamanan Informasi : Informasi tentang ancaman keamanan, regulasi, dan kebijakan organisasi digunakan untuk merancang lapisan keamanan dalam sistem informasi. Ini mencakup kontrol akses, enkripsi, dan pemantauan keamanan.
7. Integrasi Sistem : Perancang sistem informasi bekerja dengan data dan informasi yang ada dalam organisasi untuk mengintegrasikan sistem yang ada dengan yang baru. Ini memungkinkan aliran data yang mulus antar sistem.
8. Pemantauan dan Evaluasi Sistem : Setelah sistem diimplementasikan, data performa sistem digunakan untuk pemantauan dan evaluasi. Ini membantu dalam menentukan apakah sistem berfungsi sesuai yang diharapkan.
Mutu Informasi
Mutu informasi dalam sistem informasi mengacu pada sejauh mana informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut berkualitas, relevan, akurat, dapat diandalkan, dan bermanfaat. Pemastian mutu informasi sangat penting karena informasi yang buruk atau tidak berkualitas dapat mengarah pada kesalahan pengambilan keputusan dan masalah lain dalam organisasi.
Kualitas Informasi
1. Akurasi : Informasi harus benar dan bebas dari kesalahan. Data yang digunakan sebagai dasar informasi harus diverifikasi dan diperiksa dengan teliti.
2. Ketepatan Waktu : Informasi harus tersedia tepat waktu, sesuai dengan jadwal yang diharapkan atau kebutuhan pengguna. Keterlambatan informasi dapat mengurangi nilai dan dampaknya.
3. Relevansi : Informasi harus relevan dengan tujuan organisasi dan kebutuhan pengguna. Data yang tidak relevan dapat membingungkan atau mengganggu proses pengambilan keputusan.
4. Konsistensi : Informasi harus konsisten di seluruh sistem informasi. Ini mencakup konsistensi dalam format, definisi data, dan penggunaan istilah.
5. Kualitas Sumber Data : Kualitas informasi sangat tergantung pada kualitas data sumbernya. Oleh karena itu, sumber data harus terpercaya, akurat, dan berkualitas.
6. Kesesuaian Hukum dan Regulasi : Informasi harus mematuhi hukum, peraturan, dan kebijakan yang berlaku, termasuk perlindungan privasi data.
7. Integritas dan Keamanan : Informasi harus dilindungi dari kerusakan, perusakan, atau akses yang tidak sah. Keamanan data dan perlindungan terhadap integritas sangat penting.
8. Pengukuran Kinerja : Kualitas informasi dapat diukur dengan metrik seperti waktu respons, keandalan, akurasi, dan tingkat kesalahan.
9. Efisiensi Penggunaan : Informasi harus dapat diakses dan digunakan secara efisien oleh pengguna. Antarmuka pengguna dan alat analisis harus dirancang dengan baik.
10. Penggunaan yang Efektif : Informasi harus dapat digunakan secara efektif untuk pengambilan keputusan. Ini mencakup penyajian informasi dalam bentuk laporan dan visualisasi yang mudah dimengerti.
Nilai Informasi
1. Kontribusi terhadap Pengambilan Keputusan : Informasi yang baik membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih tepat waktu. Ini dapat mengarah pada strategi bisnis yang lebih baik, pengelolaan risiko yang lebih efisien, dan peluang yang lebih baik untuk pertumbuhan.
2. Peningkatan Efisiensi : Informasi yang relevan dan tepat waktu dapat meningkatkan efisiensi proses operasional. Ini memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi proses yang dapat ditingkatkan dan mengurangi pemborosan.
3. Pengembangan Produk dan Layanan : Informasi tentang preferensi pelanggan dan tren pasar dapat membantu organisasi mengembangkan produk dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan, yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan loyalitas.
4. Analisis Kinerja Organisasi : Informasi yang memungkinkan analisis kinerja organisasi dapat membantu manajemen dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mengukur pencapaian tujuan.
5. Keunggulan Kompetitif : Informasi yang memberikan wawasan tentang pesaing, pasar, dan tren industri dapat memberikan keunggulan kompetitif kepada organisasi.
6. Efisiensi Biaya : Informasi yang membantu dalam mengelola persediaan dan rantai pasokan dengan lebih baik dapat membantu mengurangi biaya operasional.
7. Kepatuhan Regulasi : Informasi yang memungkinkan organisasi untuk mematuhi peraturan dan kebijakan hukum dan industri dapat menghindari sanksi dan kerugian hukum.
8. Pengambilan Keputusan Investasi : Informasi yang baik mendukung pengambilan keputusan terkait investasi, proyek, dan alokasi sumber daya yang lebih bijak.
9. Peningkatan Layanan Pelanggan : Informasi yang membantu dalam pemahaman dan merespons kebutuhan pelanggan dapat meningkatkan pelayanan pelanggan dan memperkuat hubungan pelanggan.
10. Manajemen Risiko : Informasi tentang risiko bisnis dan perubahan lingkungan dapat membantu organisasi mengelola risiko dengan lebih baik.
Definisi Sistem Informasi
Definisi sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Komponen-Komponen Sistem Informasi
1. Hardware / Perangkat Keras
Maksud dari hardware ini adalah sebuah alat keras berbentuk fisik terlihat jelas oleh kedua mata. Perangkat ini menjadi komponen penting berupa komputer dan berbagai kabel pendukung.
Selain itu, beberapa alat pendukung pengolahan data seperti keyboard, disk external, sampai router. Fungsi dari hardware menjadi alat proses masukan atau keluaran informasi. Penggunaan server paralel bertujuan untuk menambah jangkauan.
Hardware juga dilengkapi penyimpanan data besar untuk menunjang pekerjaan di instansi penting perusahaan bahkan pemerintahan. Didukung oleh jaringan telekomunikasi luas.
2. Software / Perangkat Lunak
Perangkat lunak berperan penting dalam pengolahan sebuah data. Dimana informasi asing bisa diterjemahkan dengan bahasa komputer atau teknologi. Terdiri menjadi 2 bagian yaitu software aplikasi dan software sistem.
Sistem berbasih aplikasi biasa digunakan untuk pengerjaan tugas, membuat dokumen atau desain lain aplikasi yang biasa digunakan seperti spreedsheet. Sedangkan perangkat sistem seperti windows, Linux, atau IOS.
3. Jaringan Telekomunikasi
Sebuah jaringan dapat membuat beberapa orang terkoneksi walau dengan jarak jauh. Cara untuk membuat jaringan telekomunikasi ini dengan penghubung nirkabel dan kabel.
Perbedaan dari kedua jaringan berkaitan dengan penghubung kabel dengan serat optik sedangkan nirkabel dengan wifi. Penggunaan jaringan dengan jangkauan lebih kecil biasa digunakan di area kantor atau sekolah menggunakan LAN (local area network)
Sedangkan penggunaan jaringan jangkauan luas biasanya menggunakan WAN (wide area network). Semua jaringan bisa digunakan dengan syarat terhubung dengan perangkat keras dan lunak.
4. Basis Data
Database merupakan pusat semua informasi terkumpul dan siap diolah. Basis data digunakan sebagai hasil dari pengerjaan sebuah sistem informasi. Diperlukan ruang yang cukup untuk pengerjaan data tertentu.
5. Sumber Daya Manusia
Jika semua komponen alat sudah tersedia, manusia menjadi penggerak semua komponen sistem informasi. Dengan proses berpikir manusia sebuah sistem akan terus berkembang.
Peranan Sistem Informasi dalam Manajemen
1. Pengambilan Keputusan:
Sistem Informasi membantu manajer dalam pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi yang relevan dan akurat. Ini membantu manajer dalam merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan aktivitas organisasi.
2. Pemantauan Kinerja:
Sistem informasi memungkinkan manajer untuk memantau kinerja organisasi, departemen, atau individu. Dengan alat analitik dan laporan yang dibuat oleh SI, manajer dapat melacak perkembangan, mengidentifikasi masalah, dan mengambil tindakan perbaikan.
3. Pengolahan Data dan Informasi:
Sistem informasi membantu dalam pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, dan penyebaran data dan informasi. Ini membantu manajer untuk mengakses informasi secara cepat dan akurat, yang sangat penting dalam pengambilan keputusan yang informasi-terkait.
4. Komunikasi dan Kolaborasi:
Sistem Informasi mendukung komunikasi dan kolaborasi di dalam organisasi. Ini memungkinkan manajer untuk berinteraksi dengan rekan-rekan mereka, anggota tim, dan pemangku kepentingan lainnya dengan lebih efektif
BAB II
Tinjauan Umum Pengembangan Sistem
Perlunya Pengembangan Sistem dalam suatu Organisasi
Pengembangan sistem dalam suatu organisasi sangat penting karena berbagai alasan, antara lain:
1. Efisiensi Operasional: Sistem yang baik dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan otomatisasi tugas-tugas rutin, pengelolaan data yang lebih baik, dan pemrosesan yang lebih cepat.
2. Peningkatan Produktivitas: Sistem yang diperbarui atau dikembangkan dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan dengan memberikan alat yang lebih baik untuk bekerja.
3. Pengendalian Biaya: Sistem yang dioptimalkan dapat membantu mengendalikan biaya operasional, mengurangi redundansi, dan menghindari kehilangan data.
4. Perbaikan Layanan Pelanggan: Sistem yang dikembangkan dengan baik dapat memungkinkan organisasi untuk memberikan layanan pelanggan yang lebih baik, termasuk layanan online atau pelacakan pesanan yang lebih efisien.
5. Kepatuhan Regulasi: Beberapa industri dan organisasi harus mematuhi regulasi tertentu. Sistem yang ditingkatkan dapat membantu memastikan bahwa organisasi mematuhi peraturan ini.
6. Analisis Data: Sistem yang kuat dapat mengumpulkan dan menganalisis data dengan lebih baik, memberikan wawasan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
7. Daya Saing: Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, pengembangan sistem yang canggih dapat membantu organisasi tetap bersaing dengan pesaingnya.
8. Kesesuaian dengan Teknologi Terkini: Sistem yang diperbarui memastikan bahwa organisasi tetap sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru, yang dapat membantu meningkatkan daya saing.
Prinsip Pengembangan Sistem
> Requiremen Analysis untuk mengetahui sistem seperti apa yang dibutuhkan pengguna dan mengapa sistem informasi tersebut harus dibangun dalam suatu organisasi. Dan untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan dari pengguna yang harus ada dalam sistem informasi yang akan dibangun.
> Design Analysis, proses ini untuk memberikan gambaran secara umum kepada pengguna sistem informasi mengenai sistem informasi yang akan dibangun. Tahapan ini memiliki dua tujuan utama yaitu: 1) Memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan informasi kepada pemakai sistem atau pengguna atau lebih dikenal dengan istilah perancangan sistem secara umum. 2) Memberikan gambaran secara jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada development tim (programmer, database analysis, dan lain-lain) atau lebih dikenal dengan istilah perancangan sistem secara terinci.
> Implementation atau implementasi, ini merupakan tahapan pembuatan atau pengembangan sistem informasi sesuai rancangan yang sudah dibuat. Dalam tahap ini yang biasa dilakukan adalah melakukan proses coding yang dilakukan oleh development tim.
> Testing, tahap testing dibutuhkan untuk mengetahui kinerja dari sistem informasi yang sudah dibuat oleh tim development. Yang diuji meliputi kualitas software, kemudian melakukan pengujian ke pengguna apakah sistem sudah berjalan dengan lancer dan dapat menerima input dan mengeluarkan output yang sesuai harapan.
> Evolution, ditahapan ini dilakukan proses maintenance software. Maintenance harus dilakukan karena beberapa alas an yaitu: 1) Sistem mengalami kegagalan dalam beroperasi yang dulunya belum terdetksi sehingga kesalahan-kesalahan tersebut harus diperbaiki 2) Sistem mengalami perubahan-perubahan atau penambahan fitur karena permintaan dari pengguna untuk memenuhi suatu kondisi yang baru. 3) Sistem mengalami perubahan karena adanya factor perubahan lingkungan luar organisasi, sehingga sistem harus dikaji ulang agar sistem sesuai dengan perubahan eksternal organisasi tersebut.
Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh professional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi (Solikhin, Rahmatullah, Riyanto).

1. Perencanaan Sistem
Pada tahapan ini dibentuk struktur kerja strategis yang luas, pandangan sistem informasi baru yang jelas akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi, proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan, sumber daya baru direncanakan untuk, dan disediakan untuk mendukung pengembangan sistem. Pada tahap ini direncanakan dari aspek teknis (sarana prasarana yang dipergunakan untuk mengembangkan sistem), aspek ekonomi (anggaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem), dan aspek sumber daya manusia (siapa yang akan mengembangkan; manajemen puncak, analis, dan programmer, dan siapa sasaran dari sistem yang dikembangkan).
2. Analisis Sistem
Pada tahapan ini dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbale balik yang terkait dalam pengembangan sistem, definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala sistem, ditambah identifikasi biaya, keuntungan. Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada tahap ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai. Selain itu analis juga akan menguji kelayakan sistem dari aspek ekonomi, teknis dan SDM sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sistem.
3. Perencanaan Sistem Secara Umum/Konseptual
Tahapan ini dibentuk alternative perancangan konseptual untuk perluasan pandangan kebutuhan pemakai (berdasarkan umur, status, profesi, gender pengguna). Alternatif perancangan konseptual memungkinkan manajer dan pemakai untuk memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka. Pada tahap ini analis sistem mulai merancang proses dengan mengidentifikasikan laporan dan output yang akan dihasilkan oleh sistem yang diusulkan. Sistem dibuat desain antarmuka (interface), hak dan wewenang pengguna, content sistem, dikonsep bagaimana sistem nantinya akan bekerja.
4. Evaluasi dan Seleksi Sistem.
Pada tahap ini, nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem. Karena akhir tahap perancangan sistem menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Evaluasi dilaksanakan tidak hanya pada tahap ini tetapi juga dilaksanakan disetiap tahapan SDLC. Semua aspek sistem di evaluasi: teknis, ekonomi, laporan uji kelayakan, dsb.
5. Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
Tahap ini sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi, beberapa tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru. Laporan implementasi yang dibuat pada tahap ini ada dua bagian, yaitu rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau program dan evaluation review technique (PERT) chart dan penjadwalan proyek serta teknik manajemen. Evaluasi dibutuhkan pada tahap ini untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan sistem dikembangkan. Jika masih terdapat kekurangan maka akan dilakukan perbaikan sampai sistem tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Setelah itu sistem akan diinstalasi dan dilakukan perawatan agar sistem dapat bekerja dengan optimal.
Metode-Metode yang digunakan dalam Pengembangan Sistem
a. Metode System Development Life Cycle (SDLC)
Metode ini adalah metode pengembangan sistem informasi yang pertama kali digunakan makanya disebut dengan metode tradisional atau metode klasik. Metode ini digunakan untuk mengembangkan, memelihara, dan menggunakan sistem informasi.
b. Model Waterfall
Sering juga disebut model Sequential Linier. Metode pengembangan sistem yang paling tuadan paling sederhana. Cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasi yang tidak berubah-ubah. Model ini menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sequential atauterurut dimulai dari analisa, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung.
c. Model Prototyping
Prototyping adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis. Prototipe juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses.
d. Model RAD (Rapid Application Development)
RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakanmetode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi. Selain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat (60sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen.
e. Model spiral
Model spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm, adalah model proses perangkat lunak evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial linier. Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan pengembang mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap.
f. Object Oriented Technology
Object Oriented Technology merupakan cara pengembangan perangkat lunak berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas. Filosofi Object Oriented sangat luarbiasa sepanjang siklus pengembangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan danimplementasi) sehingga dapat diterapkan pada perancangan sistem secara umum: menyangkut perangkat lunak, perangkat keras dan sistem secara keseluruhan.
g. Metode End-user Development
Disini pengembangan dilakukan langsung oleh end-user. Keterlibatan langsung end-user sangat menguntungkan, karena memahami benar bagaimana sistem bekerja. Artinya tahap analisis sistem dapat dilakukan lebih cepat. Kelemahan adalah pada pengendalian mutu dan kecenderungan tumbuhnya “private” sistem informasi. Integrasi dengan sistem yang lain menjadi sulit.
Pendekatan Pengembangan Sistem
A. Berdasarkan metodologi yang digunakan
1. Pendekatan Klasik
Disebut juga dengan pendekatan tradisional atau pendekatan konvensional. Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
a. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
b. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
c. Kemungkinan kesalahan sistem besar
d. Keberhasilan sistem kurang terjamin
e. Masalah dalam penerapan sistem
2. Pendekatan Terstruktur
Pendekatan ini dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam pengembanagan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.
B. Berdasarkan cara menentukan kebutuhan
Berdasarkan cara menentukan kebutuhan dari sistem ada 2 macam metode pendekatan pengembangan sistem yaitu :
1. Pendekatan dari bawah ke atas (Buttom-Up Approach)
Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.
2. Pendekatan dari Atas ke Bawah (Top-down Approach)
Dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan informasi, kemudian proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol.
C. Berdasarkan sasaran yang ingin capai
Berdasarkan sasaran yang ingin dicapai ada 2 macam metode pendekatan pengembangan sistem yaitu :
1. Pendekatan sepotong (piecemeal approach)
Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/alikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau alikasi itu saja).
2. Pendekatan sistem (system approach)
Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.
D. Berdasarkan cara pengembanganya
Berdasarkan cara pengembangannya ada 2 macam metode pendekatan pengembangan sistem yaitu :
1. Pendekatan Sistem menyeluruh (total_system approach)
Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).
2. Pendekatan Moduler(modular approach)
Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara(ciri terstruktur)
E. Berdasarkan teknologi yang digunakan
Berdasarkan teknoogi yang digunakan ada 2 macam metode pendekatan pengembangan sistem yaitu :
1. Lompatan jauh (great loop approach)
Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
2. Pendekatan berkembang (evolutionary approach)
Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk perioade berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.
BAB III
Kebijakan & Perencanaan Sistem
3.1. Maksud dari Kebijakan Sistem
Kebijakan sistem adalah serangkaian aturan, pedoman, prosedur, atau tindakan yang dirancang untuk mengatur, mengelola, dan mengendalikan sistem komputer atau jaringan komputer. Tujuan dari kebijakan sistem adalah untuk memastikan keamanan, kinerja, dan keteraturan operasi sistem komputer, serta untuk memenuhi kebutuhan organisasi atau entitas yang menggunakan sistem tersebut. Kebijakan sistem dapat mencakup berbagai aspek, seperti akses ke data dan sumber daya, kebijakan sandi, pemantauan jaringan, perlindungan terhadap ancaman siber, dan peraturan tata kelola.
Kebijakan sistem membantu dalam menjaga keandalan, integritas, dan kerahasiaan data, serta mengurangi risiko pelanggaran keamanan atau kebijakan. Kebijakan ini dapat diterapkan di berbagai jenis sistem komputer, termasuk server, komputer pribadi, jaringan komputer, dan infrastruktur TI lainnya. Kebijakan sistem yang baik dapat membantu organisasi menjalankan operasinya dengan efisien, menjaga informasi penting, dan mematuhi peraturan yang berlaku.
3.2. Tahapan di dalam Perencanaan Sistem
Perencanaan sistem adalah langkah awal yang sangat penting dalam mengembangkan atau memperbarui sistem informasi atau teknologi informasi dalam suatu organisasi. Berikut adalah tahapan umum dalam perencanaan sistem:
1. Identifikasi Masalah atau Kebutuhan:
- Mengidentifikasi masalah yang ada atau kebutuhan yang perlu dipenuhi dalam organisasi.
- Mendengarkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan internal dan eksternal.
2. Studi Kelayakan (Feasibility Study):
- Melakukan studi kelayakan untuk menentukan apakah proyek sistem yang diusulkan layak secara finansial, operasional, dan teknis.
- Studi kelayakan mencakup kelayakan ekonomi, kelayakan operasional, dan kelayakan teknis.
3. Perumusan Tujuan dan Sasaran:
- Menentukan tujuan dan sasaran sistem yang akan dikembangkan.
- Sasaran harus jelas, terukur, realistis, dan dapat dicapai.
4. Analisis Kebutuhan:
- Mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem.
- Mendokumentasikan persyaratan sistem, termasuk fitur, fungsi, dan kinerja yang diharapkan.
5. Desain Konsep:
- Membuat desain konsep awal sistem, termasuk arsitektur sistem dan rancangan dasar.
- Menyusun rancangan dasar alur kerja (workflow) dan tata letak komponen sistem.
6. Perencanaan Anggaran dan Sumber Daya:
- Menentukan anggaran yang diperlukan untuk mengembangkan sistem.
- Mengidentifikasi sumber daya manusia, peralatan, dan teknologi yang diperlukan.
7. Perencanaan Proyek:
- Menyusun jadwal proyek dengan menentukan tahapan, waktu, dan tanggung jawab.
- Mengidentifikasi risiko dan mengembangkan strategi pengelolaan risiko.
8. Seleksi Teknologi dan Perangkat Lunak:
- Memilih teknologi dan perangkat lunak yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.
- Mengidentifikasi alat, platform, bahasa pemrograman, dan perangkat keras yang sesuai.
9. Pengembangan Sistem:
- Melakukan pengembangan sistem berdasarkan desain yang telah dibuat.
- Menguji sistem untuk memastikan bahwa itu memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
10. Implementasi dan Peluncuran:
- Memasang sistem baru atau versi yang diperbarui ke dalam lingkungan produksi.
- Memberikan pelatihan kepada pengguna sistem.
- Memulai operasi sistem.
11. Evaluasi dan Pemeliharaan:
- Melakukan evaluasi sistem setelah peluncuran untuk memastikan kinerjanya sesuai dengan harapan.
- Melakukan pemeliharaan rutin, perbaikan, dan pembaruan sistem sesuai kebutuhan.
12. Monitoring dan Pengawasan:
- Memantau kinerja sistem secara berkala untuk mengidentifikasi masalah atau perubahan yang diperlukan.
- Melakukan pengawasan keamanan dan kepatuhan sistem.
3.3. Proyek-Proyek Sistem di dalam Suatu Organisasi
Sistem informasi memiliki peran penting dalam organisasi modern, dan organisasi seringkali menginisiasi proyek-projek sistem untuk mengembangkan, memperbarui, atau mengelola sistem-sistem ini. Berikut adalah beberapa contoh proyek-proyek sistem yang umum di dalam suatu organisasi:
1. Implementasi Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM):
- Proyek ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem manajemen sumber daya manusia (HRM) yang membantu dalam pengelolaan data karyawan, manajemen kinerja, penggajian, dan administrasi sumber daya manusia lainnya.
2. Proyek Implementasi Sistem Enterprise Resource Planning (ERP):
- Organisasi dapat menginisiasi proyek implementasi sistem ERP untuk mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis, seperti keuangan, manufaktur, persediaan, logistik, dan penjualan ke dalam satu platform terpusat.
3. Proyek Pengembangan Aplikasi Web atau Mobile:
- Proyek ini fokus pada pengembangan aplikasi web atau seluler yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti penjualan online, pelayanan pelanggan, manajemen inventaris, dan lain-lain.
4. Proyek Pengembangan Sistem Manajemen Konten (CMS):
- Proyek ini bertujuan untuk membangun atau memperbarui sistem manajemen konten yang memungkinkan organisasi mengelola dan mempublikasikan konten digital dengan efisien.
5. Proyek Keamanan Sistem Informasi:
- Proyek ini fokus pada peningkatan keamanan sistem informasi organisasi dengan mengimplementasikan kontrol keamanan, pemantauan jaringan, dan kebijakan keamanan.
6. Proyek Integrasi Data dan Data Warehouse:
- Organisasi dapat memulai proyek untuk mengintegrasikan data dari berbagai sumber ke dalam data warehouse yang memungkinkan analisis data yang lebih efisien.
7. Proyek Implementasi Sistem Customer Relationship Management (CRM):
- Proyek ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem CRM yang membantu organisasi dalam mengelola hubungan dengan pelanggan, analisis perilaku pelanggan, dan peningkatan layanan pelanggan.
8. Proyek Peningkatan Infrastruktur TI:
- Organisasi dapat meluncurkan proyek untuk meningkatkan infrastruktur TI mereka, seperti upgrade perangkat keras, pembaruan sistem operasi, dan peningkatan jaringan komunikasi.
9. Proyek Implementasi Sistem Manajemen Proyek:
- Proyek ini fokus pada penggunaan sistem manajemen proyek untuk merencanakan, melacak, dan mengelola proyek-proyek dalam organisasi.
10. Proyek Pengembangan Aplikasi Big Data dan Analisis Data:
- Organisasi yang memiliki kebutuhan analisis data yang kompleks dapat memulai proyek untuk mengembangkan aplikasi big data dan analisis data.
3.4. Studi Kelayakan di dalam suatu Proyek Sistem
Studi kelayakan (feasibility study) adalah tahap awal yang sangat penting dalam perencanaan proyek sistem. Studi kelayakan bertujuan untuk menilai apakah proyek sistem yang diusulkan layak untuk dilanjutkan atau tidak. Studi kelayakan membantu organisasi atau tim proyek dalam mengambil keputusan yang tepat sebelum menginvestasikan sumber daya dalam pengembangan sistem. Biasanya, ada beberapa aspek kelayakan yang harus dievaluasi dalam studi kelayakan proyek sistem:
1. Kelayakan Ekonomi (Economic Feasibility):
- Evaluasi kelayaan ekonomi mencakup perhitungan biaya dan manfaat yang terkait dengan proyek sistem. Ini mencakup biaya pengembangan, pemeliharaan, serta manfaat ekonomi yang diharapkan dari sistem baru. Perhitungan ROI (Return on Investment) seringkali digunakan untuk menentukan apakah proyek ini akan menghasilkan keuntungan.
2. Kelayakan Operasional (Operational Feasibility):
- Studi kelayaan operasional mengevaluasi apakah organisasi memiliki sumber daya, kompetensi, dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem baru. Juga, apakah sistem baru dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada.
3. Kelayaan Teknis (Technical Feasibility):
- Kelayaan teknis melibatkan penilaian apakah teknologi yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem tersedia, dapat diimplementasikan, dan dapat dikelola dengan baik. Ini mencakup penilaian terhadap perangkat keras, perangkat lunak, keterampilan teknis yang diperlukan, dan kemampuan untuk memenuhi persyaratan teknis proyek.
4. Kelayaan Jadwal (Schedule Feasibility):
- Studi kelayaan jadwal mengevaluasi apakah proyek sistem dapat diselesaikan dalam waktu yang memadai. Ini melibatkan penilaian terhadap waktu yang tersedia, sumber daya manusia, dan risiko yang mungkin mempengaruhi jadwal proyek.
5. Kelayaan Hukum dan Kebijakan (Legal and Regulatory Feasibility):
- Menilai apakah proyek sistem mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku, serta apakah mematuhi kebijakan organisasi.
6. Kelayaan Sosial dan Politik (Social and Political Feasibility):
- Melibatkan penilaian dampak sosial dan politik dari proyek sistem. Ini termasuk bagaimana sistem akan diterima oleh pengguna, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya.
BAB IV
Analisis Sistem
4.1. Definisi Analisis Sistem
Analisis sistem adalah proses evaluasi dan pemahaman menyeluruh terhadap suatu sistem atau organisasi dengan tujuan untuk memahami bagaimana sistem tersebut beroperasi, berinteraksi, dan memenuhi tujuan-tujuannya. Analisis sistem mencakup identifikasi, pemodelan, dan evaluasi komponen-komponen dalam suatu sistem, termasuk proses, data, orang, perangkat lunak, perangkat keras, dan infrastruktur lainnya.
Tujuan utama dari analisis sistem adalah untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem tersebut. Proses ini melibatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengguna, masalah yang ada, dan peluang perbaikan. Analisis sistem juga dapat digunakan untuk merancang perubahan atau peningkatan pada sistem yang sudah ada atau untuk merancang sistem baru.
4.1. Tahapan Analisis Sistem
Langkah-langkah umum dalam analisis sistem melibatkan:
- 1. Identifikasi Masalah atau Kebutuhan:
- Menentukan masalah atau kebutuhan yang ingin dipecahkan atau dipenuhi oleh sistem.
- 2. Pengumpulan Data:
- Mengumpulkan data terkait dengan sistem, termasuk proses, data, orang, teknologi, dan lingkungan.
- 3. Pemodelan Sistem:
- Membuat model visual atau deskriptif dari sistem yang menggambarkan bagaimana komponen-komponen tersebut berinteraksi.
- 4. Analisis Gap:
- Menentukan kesenjangan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diinginkan, mengidentifikasi masalah atau peluang perbaikan.
- 5. Perancangan Solusi:
- Mengembangkan solusi atau rekomendasi untuk mengatasi masalah atau memenuhi kebutuhan sistem.
- 6. Implementasi:
- Menjalankan perubahan atau solusi yang telah dirancang ke dalam sistem.
- 7. Evaluasi:
- Menilai efektivitas perubahan atau solusi dengan mengukur kinerja sistem dan membandingkannya dengan tujuan awal.
- 8. Dokumentasi:
- Membuat dokumentasi yang baik untuk memudahkan pemahaman dan pengelolaan sistem.
- BAB VTeknik Pengumpulan Data5.1 Teknik Wawancara
- Wawancara (interview) telah diakui sebagai teknik pengumpulan data/fakta yang pentingdan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi. Wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap mukalangsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee).5.1.1 Mempersiapkan Wawancara
- 1. Aturlah pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai terlebih dahulu.
2. Utarakanlah maksud dari wawancara.
3. Aturlah waktu wawancara yang paling tepat supaya tidak mengganggu kerja dari orang
yang diwawancarai.
4. Buatlah jadwal wawancara terlebih dahulu, bila wawancara akan dilakukan beberapa kali
atau oleh pewawancara yang berbeda dan orang yang diwawancarai juga berbeda.
5. Buatlah suatu panduan wawancara (interview guide) supaya wawancara dapat berjalan
dengan lancar. Interview guide adalah daftar pengecekan (checklist) dari pertanyaanpertanyaan yang akan diajukan oleh pewawancara serta penjadwalan waktunya.5.1.2 Melakukan Wawancara1. Mengenalkan diri terlebih dahulu siapa sebenarnya Anda.
2. Menjelaskan apa tujuan dari wawancara ini dan hubungannya dengan proyek sistem
informasi yang sedang dikembangkan.
3. Menjelaskan peranan-peranan yang akan diberikan oleh orang yang diwawancarai dari
hasil wawancara ini.
4. Jagalah suasana wawancara tetap santai, tetapi terarah dan menyenangkan.
5. Mintalah pendapat-pendapat atau ide-ide tambahan yang mungkin belum diungkapkan.
6. Pada akhir wawancara, bacakanlah rangkuman-rangkuman dari hasil wawancara dan
mintalah kepada yang diwawancarai untuk membetulkan bila ada hal-hal yang tidak
sesuai.
7. Ucapkanlah terima kasih bila wawancara telah selesai serta mintalah kesediaan kembali
untuk dihubungi atau untuk diadakan wawancara lagi bilamana perlu.5.2 Teknik Observasi - Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang cukup efektif
untuk mempelajari suatu sistem. Observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan yang
sedang dilakukan.5.2.1 Petunjuk melakukan Observasi - Untuk melakukan observasi, hal-hal berikut ini harus dilakukan:
a. Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi:- – apa yang akan diobservasi;
– dimana letak lokasi observasi;
– kapan observasi akan dilakukan;
– siapa yang melaksanakan observasi ini;
– siapa yang akan diobservasi;
– bagaimana melaksanakan observasi ini.
- – apa yang akan diobservasi;
- b. Minta ijin terlebih dahulu dari manajer atau pegawai-pegawai yang terlibat
c. Bertindaklah Dengan rendah hati (low profile)
d. Lengkapilah dengan catatan selama observasi berlangsung
e. Kaji-ulanglah hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat - 5.3 Teknik Daftar Pertanyaan
- Adalah suatu daftar yang berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang
memungkinkan analis sistem untuk mengumpulkan data dan pendapat dari responden-responden yang dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudian akan dikirimkan kepada responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka. Penggunaan daftar pertanyaan ini mendapat banyak kritikan karena diragukan hasilnya. Akan tetapi untuk mengumpulkan data dari jumlah sumber yang banyak, cara ini lebih efisien dibandingkan teknik pengumpulan data yang lain.- 5.3.1 Tipe dari daftar pertanyaanAda dua macam format dari daftar pertanyaan, yaitu format bebas (free format) dan format pasti (fixed format). Dalam suatu daftar pertanyaan dapat hanya berbentuk format bebas saja atau format pasti saja atau berisi gabungan dari keduanya.
- a. Daftar Pertanyaan Format Bebas : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi oleh responden ditempat yang sudah disediakan. Contoh pertanyaan dengan format pertanyaan bebas yang diajukan di dalam divisi penjualan: “Bagaimanakah strategi yang digunakan oleh Perusahaan Anda dalam memperkenalkan produk baru perusahaan Anda tsb?”
- b. Format Pasti : berisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah pasti dengan memilih jawaban yang tersedia. Hasil dari daftar pertanyaan tipe ini akan lebih mudah untuk ditabulasi dan diisi oleh responden. Daftar pertanyaan tipe ini mempunyai beberapa bentuk pertanyaan.
- Check-off questions : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sehingga
responden dapat memeriksa (check-off) jawaban-jawaban yang sesuai. - Yes/No questions : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini memungkinkan
responden untuk menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’. - Opinion/Choice questions : macam dari pertanyaan-pertanyaan ini
memungkinkan responden untuk memberikan pendapatnya.
- 5.3.2 Petunjuk membuat daftar pertanyaan1. Rencanakanlah terlebih dahulu fakta-fakta atau opini-opini apa saja yang ingin dikumpulkan.
2. Berdasarkan fakta-fakta atau opini-opini tersebut, tentukanlah tipe dari daftar pertanyaan yang paling tepat untuk masing-masing fakta atau opini tersebut.
3. Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.
4. Uji daftar pertanyaan ini kepada responden yang kecil terlebih dahulu.
5. Perbanyaklah dan distribusikanlah daftar pertanyaan yang sudah dianggap baik ini. - BAB VIDesign Sistem Secara Umum6.1. Definisi Design Sistem Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. “Design sistem” adalah sebuah proses yang mencakup perencanaan, penentuan struktur, dan pengembangan rincian dari suatu sistem. Sistem ini bisa berupa sistem perangkat lunak, perangkat keras, atau kombinasi keduanya. Desain sistem melibatkan pemikiran holistik tentang bagaimana semua komponen atau elemen dalam suatu sistem akan berinteraksi dan berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
- 1. Proses Merancang Sistem:
- Desain sistem adalah proses perencanaan dan pengembangan sebuah sistem. Ini melibatkan identifikasi kebutuhan, merancang struktur, memilih komponen, dan mengatur interaksi antarbagian sistem tersebut.
- 2. Rancangan Struktur dan Komponen:
- Desain sistem mencakup pembuatan blueprint atau rencana untuk struktur sistem, termasuk spesifikasi komponen yang akan digunakan. Ini bisa mencakup perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan elemen-elemen lainnya.
- 3. Optimisasi dan Efisiensi:
- Desain sistem juga dapat mencakup upaya untuk mengoptimalkan kinerja dan efisiensi sistem. Ini melibatkan pemilihan solusi terbaik untuk mencapai tujuan sistem dengan menggunakan sumber daya yang ada seefisien mungkin.
- 4. Pertimbangan Keamanan dan Keandalan:
- Desain sistem harus memperhitungkan keamanan dan keandalan. Ini melibatkan implementasi langkah-langkah untuk melindungi sistem dari ancaman keamanan serta memastikan bahwa sistem dapat berfungsi dengan handal dalam berbagai kondisi.
- 5. Pemenuhan Kebutuhan Pengguna:
- Salah satu aspek penting dalam desain sistem adalah memastikan bahwa sistem memenuhi kebutuhan pengguna. Ini mencakup memahami kebutuhan fungsional dan non-fungsional, serta menciptakan antarmuka yang ramah pengguna.
- 6. Iteratif dan Berkelanjutan:
- Desain sistem bukanlah langkah sekali jalan. Proses ini seringkali iteratif dan berkelanjutan, dengan pembaruan dan penyesuaian yang dilakukan seiring waktu seiring pemahaman yang lebih baik tentang sistem dan perubahan kebutuhan.
- 7. Melibatkan Kolaborasi:
- Desain sistem sering melibatkan kolaborasi antara berbagai ahli, termasuk ahli perangkat keras, perangkat lunak, keamanan, dan pengguna akhir. Kerjasama ini membantu memastikan bahwa semua aspek sistem diperhitungkan.
- 8. Penerapan Metode dan Standar:
- Desain sistem dapat melibatkan penerapan metode dan standar tertentu, tergantung pada industri atau bidang aplikasinya. Penerapan metode ini membantu memastikan kualitas dan konsistensi dalam proses desain.
- 6.2. Design Sistem
- 1. Arsitektur Sistem:
- Menentukan struktur umum sistem, termasuk komponen-komponen utama dan hubungan antara mereka.
- Memastikan bahwa arsitektur mendukung tujuan utama sistem.
- 2. Pengumpulan Persyaratan:
- Mengidentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan fungsional dan non-fungsional dari sistem.
- Menentukan fitur dan kemampuan yang harus dimiliki oleh sistem.
- 3. Desain Antarmuka Pengguna (UI) (jika diperlukan):
- Merancang antarmuka yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
- Memastikan pengalaman pengguna yang baik (UX).
- 4. Desain Database (jika diperlukan):
- Menentukan struktur dan skema basis data.
- Merancang cara penyimpanan, pencarian, dan pembaruan data.
- 5. Keamanan Sistem:
- Menyertakan fitur keamanan untuk melindungi sistem dari ancaman potensial.
- Menggunakan praktik pengkodean aman dan teknologi keamanan.
- 6. Optimasi Kinerja:
- Memikirkan tentang cara meningkatkan kinerja sistem, termasuk waktu respons dan kapasitas.
- Melakukan optimasi terhadap algoritma dan implementasi.
- 7. Pengujian dan Validasi:
- Membuat rencana pengujian yang mencakup pengujian unit, integrasi, dan sistem.
- Memastikan bahwa sistem memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan.
- 8. Dokumentasi:
- Mendokumentasikan rinci setiap aspek desain sistem.
- Menyediakan panduan pengguna dan dokumentasi teknis.
- 9. Implementasi:
- Mengembangkan sistem berdasarkan desain yang telah dibuat.
- Menggunakan praktik pengembangan perangkat lunak yang baik.
- 10. Pemeliharaan dan Pembaruan:
- Menetapkan rencana pemeliharaan untuk perbaikan bug dan pembaruan sistem.
- Memantau kinerja sistem secara berkala dan membuat peningkatan jika diperlukan.
- BAB VIIDesign Sistem Secara Terinci7.1 Design Sistem Terinci
- 7.1.1 Design Output Terinci
- Bentuk output-output terinci:
- a. Bentuk Laporan.
Laporan dari suatu sistem informasi dapat berbentuk tabel dan berbentuk grafik.1. Laporan Berbentuk Tabel, Notice Report, Equipoised Report, Variance Report, Comparative Report2. Laporan berbentuk Grafik, Bagan Garis (line chart), Bagan Batang (Bar chart), Bagan Pastel (pie chart) - 7.1.1 Design Input Terinci
- Desain input terinci dimulai darai desain dokumen dasar dengan baik sehingga kemungkinan kesalahan input relative kecil.
- a. Dokumen Dasar Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap data. Data yang telah ditangkap dimasukkan kekomputer sebagai input Sistem informasi. Dokumen dasar dapat membantu dalam penanganan arus data sebagai berikut:
1. Dapat menunjukkan macam data yang dikumpulkan dan ditangkap.
2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat.
3. Dapat mendorong lengkapnya data.
4. Bertindak sebagai pendistribusian data.
5. Dokumen dasar dapat membantu didalam pembutktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
6. Dokuemen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung dari file-file computer.
- 7.1.2 Design Database Terinci
- Desain database terinci merupakan desain keperluan database secara rinci yang meliput penggunaan file-file dalam suatu sitem informasi. Adapun untuk desain database ini bisa menggunakan teknik: Normalisasi maupun Diagram Entity Relatinship (DER) dan dilengkapi dengan Penjelasan Data di dalam Kamus Data File.7.1.3 Design Teknologi TerinciDesaian teknologi terinci lebih menekankan pada desain kebutuhan kapasitas memori untuk menyimpan database, sistem operasi maupun untuk kebutuhan penyimpanan system informasi ( Program)7.1.4 Design Model & Kontrol TerinciDesain model terinci mendefinikan secara rinci urut-urutan langkah-langkah dari masing-masing proses ydigambarkan dalam DAD, yang meliputi: a. Desain Program Komputer Secara Modular. b. Alat-alat Desain Program Komputer c. Metodologi Desain Program Komputer. d. Langkah Desain Program secara Moduler.7.1.5 Design Input TerinciLaporan desain terinci bisa dipecah menjadi dua , yaitu laporan yang pertama untuk user lebih menekankan bentuk input dan output yang akan digunakan pada system informasi. Laporan yang kedua untuk programamer dan ahli-ahli teknik pendukung pengembangan sistem. Kedua laporan tersebut berisi teknis sehingga sering disebut dengan Teknical Manual.
- BAB VIIIAlat Permodelan SistemAlat permodelan sistem digunakan untuk menggambarkan, menganalisis, dan merancang sistem dengan cara yang sistematis. Alat ini membantu para profesional dalam berbagai bidang seperti rekayasa sistem, teknologi informasi, manajemen proyek, dan lainnya. Berikut beberapa alat permodelan sistem yang umum digunakan:
- Diagram alur kerja (Flowcharts): Digunakan untuk merepresentasikan alur kerja proses atau sistem dengan menggunakan simbol-simbol seperti kotak, panah, dan elips.
- Diagram Use Case: Berguna dalam mengidentifikasi, menggambarkan, dan mengorganisir interaksi antara aktor (pengguna atau sistem eksternal) dengan sistem.
- Diagram Kelas (Class Diagrams): Digunakan dalam pemrograman berorientasi objek untuk menunjukkan kelas-kelas yang terlibat dalam sistem, serta hubungan dan atribut di antara kelas-kelas tersebut.
- Diagram Aktivitas (Activity Diagrams): Menunjukkan aktivitas atau tindakan yang terjadi dalam suatu proses atau sistem, serta alur kontrol antara aktivitas tersebut.
- Model Entity-Relationship (ER): Digunakan untuk memodelkan hubungan antara entitas dalam basis data. Diagram ini berfokus pada entitas (objek atau konsep) dan hubungan antara entitas tersebut.
- Model Data Aliran (DFD – Data Flow Diagram): Merepresentasikan aliran data di dalam sistem, dengan menunjukkan bagaimana data diproses dan berpindah antar entitas dalam suatu sistem.
- Model Use Case (Use Case Model): Menggambarkan interaksi antara sistem dan aktor-aktor eksternal, menunjukkan fungsionalitas sistem dari sudut pandang pengguna.
- Pemodelan Proses Bisnis (BPMN – Business Process Modeling Notation): Digunakan untuk mendokumentasikan, merancang, dan memodelkan proses bisnis.
- Pemodelan Sistem Dinamis (Statechart Diagrams): Mencatat transisi antara keadaan sistem yang berbeda sepanjang waktu, memberikan gambaran tentang bagaimana sistem bereaksi terhadap peristiwa tertentu.
- Unified Modeling Language (UML): Bahasa standar untuk memodelkan, mendokumentasikan, dan merancang sistem perangkat lunak. UML mencakup berbagai jenis diagram, termasuk yang telah disebutkan di atas.
- 1. Arsitektur Sistem:
- BAB IXSeleksi Sistem
- Dalam konteks sistem informasi, “seleksi sistem” dapat merujuk pada beberapa aspek, tergantung pada tahap pengembangan atau kebutuhan organisasi. Berikut beberapa interpretasi yang mungkin relevan:1. Seleksi Software atau Aplikasi: – Proses pemilihan perangkat lunak atau aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi. Ini dapat melibatkan evaluasi fitur, keamanan, integrasi dengan sistem yang ada, dan ketersediaan dukungan teknis.2. Seleksi Infrastruktur Teknologi: – Memilih komponen infrastruktur teknologi, seperti server, jaringan, dan perangkat keras lainnya, yang sesuai dengan kebutuhan sistem informasi organisasi. Pertimbangan meliputi skalabilitas, keamanan, dan kehandalan.3. Seleksi Database Management System (DBMS): – Memilih sistem manajemen basis data yang cocok dengan karakteristik dan kebutuhan data organisasi. Pertimbangan dapat mencakup model data, performa, dan kemampuan pengelolaan data.4. Seleksi Metodologi Pengembangan: – Memilih metode atau kerangka kerja pengembangan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Misalnya, apakah menggunakan model waterfall, agile, atau metode pengembangan lainnya.5. Seleksi Hardware: – Menentukan perangkat keras yang diperlukan untuk mendukung operasi sistem informasi. Ini melibatkan pemilihan komponen seperti server, komputer klien, dan perangkat keras jaringan.6. Seleksi Sumber Daya Manusia: – Proses memilih dan melibatkan personel yang sesuai dengan keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola, mengembangkan, dan mendukung sistem informasi.7. Seleksi Keamanan Sistem: – Memilih dan mengimplementasikan solusi keamanan yang sesuai untuk melindungi sistem informasi dari ancaman keamanan, termasuk perangkat lunak antivirus, firewall, dan langkah-langkah keamanan lainnya.
- BAB XImplementasi SistemImplementasi sistem dalam konteks sistem informasi merujuk pada proses konversi atau penerapan sistem informasi yang telah dirancang ke dalam lingkungan operasional yang sebenarnya. Proses implementasi ini melibatkan serangkaian langkah-langkah untuk memastikan bahwa sistem informasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan nilai tambah sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Berikut adalah beberapa langkah umum dalam implementasi sistem informasi:1. Perencanaan Implementasi: – Identifikasi kebutuhan dan tujuan implementasi. – Tentukan sumber daya yang dibutuhkan, termasuk personel, perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur lainnya. – Jadwalkan waktu implementasi dan identifikasi risiko yang mungkin muncul.2. Pemilihan Personel: – Tentukan tim implementasi yang terdiri dari personel yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan proyek. – Berikan pelatihan kepada personel yang akan terlibat dalam penggunaan dan pemeliharaan sistem.3. Pengembangan Perangkat Lunak: – Pastikan bahwa perangkat lunak yang akan diimplementasikan telah diuji secara menyeluruh dalam lingkungan pengembangan. – Pastikan pemecahan bug dan peningkatan kinerja telah diterapkan.4. Instalasi Perangkat Lunak dan Perangkat Keras: – Instalasi perangkat lunak di server dan klien sesuai dengan spesifikasi sistem. – Pastikan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak pendukung lainnya sudah siap dan terkonfigurasi dengan benar.5. Migrasi Data: – Transfer data dari sistem lama ke sistem baru. – Verifikasi integritas data setelah migrasi.6. Uji Fungsionalitas: – Lakukan uji fungsionalitas untuk memastikan bahwa sistem bekerja sesuai dengan spesifikasi. – Identifikasi dan perbaiki bug atau masalah yang mungkin muncul selama uji coba.7. Pelatihan Pengguna: – Berikan pelatihan kepada pengguna akhir tentang cara menggunakan sistem baru. – Sediakan panduan pengguna atau materi pelatihan yang diperlukan.8. Evaluasi dan Pemeliharaan: – Evaluasi kinerja sistem setelah implementasi. – Identifikasi dan tanggapi masalah atau perbaikan yang diperlukan. – Tetapkan prosedur pemeliharaan rutin.9. Monitor dan Evaluasi: – Pantau kinerja sistem secara berkala. – Lakukan evaluasi untuk menilai sejauh mana sistem mendukung tujuan bisnis dan apakah perlu dilakukan perbaikan atau peningkatan.BAB XIPresentasi Sistem
- Presentasi sistem dalam sistem informasi merupakan suatu proses yang penting untuk menjelaskan struktur, fungsi, dan manfaat dari suatu sistem informasi kepada para pemangku kepentingan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda dalam menyusun presentasi sistem dalam sistem informasi:1. Pendahuluan: – Jelaskan latar belakang dan tujuan dari sistem informasi yang akan dipresentasikan. – Identifikasi para pemangku kepentingan yang terlibat dan mengapa sistem ini penting bagi mereka.2. Deskripsi Umum Sistem Informasi: – Jelaskan secara singkat apa itu sistem informasi dan bagaimana ia beroperasi. – Gambarkan arsitektur umum sistem informasi, termasuk komponen-komponen utamanya.3. Tujuan dan Manfaat: – Gambarkan tujuan utama dari sistem informasi tersebut. – Jelaskan manfaat yang diharapkan bagi para pemangku kepentingan, seperti efisiensi operasional, peningkatan produktivitas, atau pengambilan keputusan yang lebih baik.4. Fungsi-fungsi Utama: – Rinci fungsi-fungsi utama yang dimiliki oleh sistem informasi. – Gambarkan bagaimana setiap fungsi berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan keseluruhan.5. Arsitektur Sistem: – Jelaskan arsitektur teknis dari sistem informasi, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan yang digunakan. – Berikan gambaran tentang keamanan sistem dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi data.6. Antarmuka Pengguna: – Tampilkan antarmuka pengguna utama dan jelaskan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan sistem. – Fokuskan pada kemudahan penggunaan dan pengalaman pengguna yang baik.7. Proses Bisnis: – Gambarkan proses-proses bisnis yang didukung oleh sistem informasi. – Jelaskan bagaimana sistem ini memfasilitasi dan meningkatkan proses-proses tersebut.8. Integrasi dengan Sistem Lain: – Jelaskan apakah sistem ini terintegrasi dengan sistem-sistem lain dan bagaimana interaksi tersebut berlangsung.9. Manajemen Data: – Jelaskan bagaimana data dikelola, disimpan, dan diakses oleh sistem. – Diskusikan kebijakan keamanan data dan langkah-langkah pemulihan bencana.10. Pengelolaan Proyek dan Implementasi: – Jelaskan bagaimana pengelolaan proyek dilakukan selama pengembangan sistem. – Gambarkan rencana implementasi dan migrasi dari sistem lama ke sistem baru.11. Pemeliharaan dan Dukungan: – Diskusikan rencana pemeliharaan rutin dan dukungan teknis yang akan disediakan setelah implementasi.12. Pertanyaan dan Diskusi: – Ajukan kepada para peserta untuk bertanya atau memberikan masukan. – Berikan waktu untuk diskusi dan klarifikasi.